Balai Adat Way Khilau Mubazir Terbengkalai Tak Terpakai

    Balai Adat Way Khilau Mubazir Terbengkalai Tak Terpakai
    Balai Adat Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran

    PESAWARAN - Balai Adat Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran yang dibangun beberapa tahun lalu oleh Pemerintah Daerah di Desa Kota Jawa tampak seperti tak terawat dan mengalami kerusakan dibeberapa bagian bangunan, Minggu (06/02/2022).

    Bangunan balai adat semestinya adalah tempat yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan adat sebuah suku paling tidak mulai dari budaya, keadatan suku sekitar balai adat hingga seninya sendiri.

    ADV.CO.ID
    market.biz.id ADV.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Namun, jika bangunan itu sendiri tidak pernah terpakai sama sekali mulai dari bangunan itu berdiri sampai saat ini sehingga tampak seperti tak terawat, maka hal itulah yang sangat disayangkan oleh masyarakat dan beberapa pihak terlebih pemangku adat disekitaran gedung balai adat itu berdiri.

    Selaku penyimbang adat, Al-Irsyad Ahsiyuza dengan gelar Pangeran Sangun Ratu Jaya Agung sangat prihatin dengan keadaan itu. Dan dalam penuturannya saat ditemui terkait bangunan balai adat dikecamatannya itu ia ungkapkan.

    HARIINI.CO.ID
    market.biz.id HARIINI.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Saya bingung dengan kejelasannya balai adat itu dibangun untuk apa..?? karena terakhir kami dikumpulkan 1 hari sebelum Bupati menyerahkan jabatannya dihari Jum'at waktu itu. Sampai sekarang tidak ada lagi pertemuan untuk menggunakan gedung itu yang sesuai dengan fungsinya. Maka wajar jika bangunan itu seperti tak terawat dan begitulah adanya, " urainya.

    WARTAHAJI.COM
    market.biz.id WARTAHAJI.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    "Terlebih, akhir-akhir ini adat itu seperti tidak dihargai dan tersingkirkan, saya lebih prihatin. Karena hanya jadi kendaraan saja bagi kepentingan pribadi, apalagi kalau ada 5 tahun sekali itu, baru disitulah penyimbang-penyimbang adat itu dikumpulkan, " imbuhnya.

    "Makanya saya heran, kenapa ada paguyuban seperti ini tapi tidak ada AD/art-nya. Padahal jelas dalam buku panduan desa di Bab I bahwa desa adalah desa adat atau sekelompok orang masyarakat yang memiliki kewenangan didesa yang diserahkan kepemerintah maka jadilah pemerintahan, " tegasnya. (Bram/Tim)

    PESAWARAN LAMPUNG
    Al Ayubi Bram

    Al Ayubi Bram

    Artikel Sebelumnya

    Ada Apa Monev Desa Way Kepayang Dilaksanakan...

    Artikel Berikutnya

    Hotel Jaringan JW Marriot di Pesawaran Beroperasi...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Achmad Sarjono verified

    Indra Gunawan

    Indra Gunawan verified

    Postingan Bulan ini: 6

    Postingan Tahun ini: 766

    Registered: Nov 15, 2021

    Muh. Ahkam Jayadi

    Muh. Ahkam Jayadi verified

    Postingan Bulan ini: 5

    Postingan Tahun ini: 822

    Registered: Aug 19, 2021

    Ryawan Saiyed

    Ryawan Saiyed verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 762

    Registered: Nov 23, 2021

    Purwanto

    Purwanto verified

    Postingan Bulan ini: 4

    Postingan Tahun ini: 352

    Registered: Mar 17, 2022

    Profle

    Indra Gunawan verified

    Paripurna DPR RI, Hasnah Syam Sampaikan Pendapat Fraksi Nasdem
    Ustazd Zainal Arifin Ajak Peduli Sesama yang Tertimpa Musibah
    Cerita Rizalnutritionist dari UNAIR Menuju Cornell University
    UB dan Densus 88 Deklarasi Anti Radikalisme

    Rekomendasi

    Ombudsman RI Temukan Potensi Maladministrasi Dalam Proses Peralihan Pegawai BRIN
    Pangdam III/Siliwangi Sambut Kepulangan Prajurit Yonif 315/Garuda, Satgas Satuan Organik di Wilayah Papua
    Pengelolaan Absensi Manual vs Pengelolaan Absensi Online Berbasis Web dan Mobile, Mana yang Cocok bagi Perusahaan?
    Ribuan Kader Muslimat NU Doakan Gus Muhaimin Presiden 2024 
    Kirab Taruna AAU Berlangsung Meriah di Malioboro

    Ikuti Kami